Sejarah Gunting Batu Kertas
Yang kini dianggap permainan anak-anak sederhana ternyata punya sejarah ribuan tahun. Perjalanan Gunting, Batu, Kertas dimulai di Tiongkok kuno โ dan lewat Jepang menyebar ke seluruh dunia.
Asal-usul di Tiongkok kuno
Cikal bakal paling awal dari permainan ini dapat dilacak hingga Dinasti Han (206 SM โ 220 M). Permainan Tiongkok Shoushiling (ๆๅขไปค) menggunakan gerakan tangan sebagai hiburan, tetapi dengan simbol yang berbeda dari yang kita kenal sekarang. Baru seiring berjalannya abad, tiga gerakan klasik itu terbentuk: gunting, batu, dan kertas.
Jepang dan Sansukumi-ken
Pada abad ke-17, permainan ini sampai ke Jepang dan dikenal sebagai Sansukumi-ken (ไธใใใฟๆณ) โ secara harfiah ยซtinju kebuntuan tiga arahยป. Varian paling terkenal adalah Jan-ken (ใใใใใ), yang pada abad ke-19 berkembang menjadi bentuk gunting, batu, kertas yang kini dikenal di seluruh dunia. Di Jepang, Jan-ken sampai sekarang masih menjadi bagian kehidupan sehari-hari โ dari halaman sekolah hingga keputusan bisnis.
Perjalanan ke Eropa dan Amerika
Permainan ini baru dikenal di Eropa dan Amerika Utara pada awal abad ke-20. Para pelancong Inggris dan Amerika membawanya dari Asia. Pada tahun 1920-an, permainan ini pertama kali muncul dalam literatur Barat. Sejak itu penyebarannya sangat cepat dan kini dikenal hampir di setiap negara di dunia โ dari halaman sekolah, kantor, hingga turnamen internasional.
Permainan di era digital
Dengan internet, Gunting, Batu, Kertas mendapat dimensi yang sepenuhnya baru. Tiba-tiba kamu tidak hanya bisa bermain melawan teman di halaman sekolah, tetapi melawan orang-orang di seluruh dunia. Platform seperti Ninja Duell memungkinkan permainan kuno ini dimainkan secara real-time di browser โ gratis dan tanpa akun.